Catatan Ashari: Selimbau Kotaku

Selamat pagi gess....
Ayok mari cari tahu sedikit cerita untuk menemani secangkir kopi anda di situ. Sedikit cerita tentang tanah kelahiran saya Selimbau.
Jika ada yang meminati cerita kampung halaman or tempat kelahiran saya tercinta. Mari merapat, simak dan jangan sepatah katapun terlewati. Kita mulai.....
Selimbau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Indonesia. Kota kecil di kapuas hulu dengan potensi alam yang cukup melimpah. Selimbau di bagi menjadi 4 desa, yaitu desa gudang hilir, desa gudang hulu, desa titian kuala, dan desa dalam.
Selimbau merupakan sebuah kecamatan, dan juga menduduki kecamatan terbesar nomer dua di kapuas hulu. Selimbau memiliki sebuah taman pariwisata yang cukup terkenal, yaitu Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).
Selimbau merupakan kota yang memiliki keanekaragaman mata pencarian. Sangat berbeda dengan dahulunya.
Selimbau merupakan kota yang berawal dari sebuah kerajaan kecil yang bernama Palembang, dan terletak 2 Km dari Selimbau sekarang.
Kerajaan Palembang ini di bangun oleh Abang Bhindu yang di gelarkan dengan nama Guntur Baju Bindu Kulit Lambai Lalu. 
Mantap bukan namanya, hahaha. Jangan di jadikan nama anak anda nanti, panjang sangat wkwk.
Ok fokus ke cerita lagi broow. . .
Beliau mempunyai permaisuri yang bernama Dayang Haji Melayu yang di gelarkan dengan nama Putri Sri Batara. Hasil perkawinan mereka menurunkan seorang putra yang bernama Abang Aji Lidi. Raja Abang Aji Lidi inilah yang menurunkan Raja-raja negeri Palembang.
Setelah Abang Aji Lidi berkuasa, kerajaan Palembang dipindahkan ke Sungai Terus oleh Pangeran Suta Muhammad Jalaludin dan menjadi Kerajaan Islam. Kerajaan Islam ini diberi nama Kerajaan Selimbau yang berasal dari bahasa Arab "Salim" yang berarti "Selamat" dan dari kata "Nabau" yang berarti "Ular Naga Besar", dan juga berasal dari kata "Penimbau" yang berarti "Tempat Pembuatan Kapal". Selimbau terkenal dengan kota lembuatan kapal pada jaman dahulunya saat masih berjaya dan sistem kerajaan masih di gunakan. Bahkan sampai sekarang masih ada penduduk yang mewarisi pengetahuan membuat kapal. Maka dari itu kota kecil ini terdapati keanekaragaman mata pencarian. Ada yang nelayan, pekerja tambang emas, pembuat kapal, berkebun, peternak, dan ada juga pembisnis.
Itu sedikit cerita tentang kota Selimbau yang permai. Heheee. . .
Terima kasih untuk sahabat yang sudah mampir di sini untuk menemani secangkir kopi anda. Salam sahabat.
By: Ashari Firmansyah (unggal ari, u titik)
/div>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI KOSMOGRAFI

Pembentukan Tata Surya